Rabu, 27 Februari 2013

Sedikit Bercerita Tentang INDONESIA yang Tidak dikenal DUNIA

Mari kita menulis dengan sepasang mata dan hati yang bisa menerka...
tentang peradaban negara kita yang tak dikenal manusia-manusia di dunia, kata seorang guru SMA...
tentang  aceh dan bali yang setingkat lebih tinggi dari negara Indonesia yang hanya sama seperti Afrika...
"oh... bayangkan kita dianggap hidup di negara dunia ketiga..."
jawa, kalimantan, dan sumatera serta sulawesi pun papua.... itu kesatuan sebuah pertiwi, hanya saja dibedakan oleh perbedaan waktu yang dibagi tiga...
kita tau bali dan aceh itu masih bagian dari negara kita. entah kenapa mereka tak mengerti juga...
atau tidak pernah guru-guru mereka ajarkan tentang pentingnya ilmu geografi untuk mengenal regional dunia
???

Kamis, 21 Februari 2013

INSOMNIA AKUT (Penyakit gue berstadium tinggi)

Ditengah dengkuran pada pertengahan sebuah pencapaian...
Angan melintasi raga rapuh, pun latah keadaan...
Menggarisi alam cakrawala dengan pisau tumpul besi karatan...
Berceloteh dengan bintang-bintang sebagian...

Sementara rembulan terlihat masih betah dengan wajah yang jerawatan...
Kutarik selimut dan kututup tirai lusuh bekas tangan-tangan penuh kotoran...
kumatikan siaran-siaran Tv membosankan...
Jatuhkan tubuh lunglai pada sebuah tempat baringan...
dan jangkrik-jangkrik saling serang bersuara keroyokan...

Insomniaku tambah menjadi-jadi, saat mulai berusaha pejamkan mata yang bintitan...
Perih, basah, oleh sebuah tangisan...
Hanya saja cahaya tak ijinkan menambahkan warna pada mata yang kemerah-merahan...
Dan luka semakin menganga kesakitan...

Sekujur tubuh mati rasa oleh kebekuan...
Kedinginan yang teraba saraf-saraf kecil dalam tubuh yang lusuh rupa meyakinkan...
Sementara setiap sudut kamar ini adalah bingkai mata-mata Tuhan...

Akh, terlalu pengap disini...
Seolah ruangan memintaku menyapa Rembulan yang jerawatan...
pun bintang yang tengah sibuk membuat rasi-rasi baru dipenglihatan...
Namun tetap mataku tak pernah dilelahkan...

Insomniaku kujabarkan pada Tulisan...
Otakku buntu pemikiran...
Setan malas mengipasiku untuk terlelap dalam dengkuran orang kebanyakan...
Tapi mataku tetap asik berkeliaran...
Akh, Insomnia terlalu berat kau disembuhkan...!!!!
Ty_poems (pada mata yang tak lelah berkeliaran) 11-06-12

Senin, 17 Desember 2012

Catatan Hitam Negeri Bernama INDONESIA


·      Jeruji kemiskinan yang semakin lugas tatihkan peradaban...!!!
lebarkan sayap dimuka sang penguasa kebijakan...
hingga bendera berdarah, selimuti kerangka-kerangka kebobrokan "sang pemegang kebijakan" dalam kursi kekuasaan...!!!
catatan hitam dari negeri miskin bernama "indonesia"
...02 April 2011)

·         Dan kuktakan pada dunia kini,
robekan bendera bangsaku pada sejarahnya
pada sejarah yang menghapus petaka, atau menambah neraka???
...(03 apriL 2011)
·         Ku hitamkan 'kau' pada permulaan UU. . .
Disetiap kebijakan adalah sampah-sampah pendustaan...!
...(04 april 2011)
·         Di pusat peradaban negeriku,
kau bangun menara kebijakan,
tempat tikus merajai gelandangan.
...(05 april 2011)
 

·         diantara kaum-kaum marjinal yang kau hitamkan...
dari daftar kebijakan perundang-undangkan....
hem,, di pelataran mereka melata
dalam lusuh tangan peminta...
...(06 April 2011)

·         bangsat berjabat....!!!
kenakan jas sebagai topeng maksiat....
pun dasi dengan cekikan yang tak pernah lepaskan rakyat...
hingga mati dalam sangkar sebuah kata "MELARAT"
...(mengomentari sikap seorng DPR)
...(08 April 2011)
  
·         ku rengkuhkan jemari ku dalam genggaman sebuah dendam....
hingga membatu keras dan siap tuk lepaskan pukulan...
aku ingin berontak pada kekuasaan tirani sebuah pemerintahan...
dan berkata "Hentikan...!!!"
pun ku kacaukan....!!!
...hingga aku kan tertawa lepas hinggap di sebuah pucuk kedamaian atas negeriKU...!!!
...(10 apriL 2011)

·         terjabarkan pada dunia sebuah daftar kemiskinan...
yang mempertontonkan adegan demi adegan sang penguasa...
sementra negeri ini hanya lusuh pada penantian akan tangan sebuah kebijakan...
dari tangan nya...!!!
...(12 apriL 2011)

DETIK INI DALAM KEADILAN

Detik ini, keadilan berjibaku dengan keadaan yang tidak surut dari pandangan...
mengalahkan bentuk kemanusiaan...

pada deretan undang-undang hukum keamanan...

semua berjibaku dengan masalah keamanan...
pada maling..

pada anak di jalanan...

pada sopir angkutan..

pada buruh kasar perkebunan...

pada gembel-gembel gelandangan...

pada keadilan yang mengatas namakan undang-undang peradilan....

pada semua yang bernama manusia...!!!

semua berjibaku dengan nafas-nafas kebebasan...
pada curhatan sang pemuka keadilan..

pada sang bapak di meja pemerintahan....

pada sang ratu di singgasana pemerintahan...

pada sang korup yang kurapan...

pada semua ketidakadilan di atas pendustaan perundang-undangan....

semua terlihat begitu bersemangat, 
pada pemangku keadilan yang berkeringat dingin ketahuan...

pada pelaku yang harap-harap cemas pada kebebasan...

pada santunan yang dianugerahkan banyak orang diluar gedung pemerintahan

Kamis, 29 November 2012

Cerita Pendek Tentang Bangkai dan Rintihan Hujan

Tentang alasan dari sebuah pilihan, kau terdesak mematikan lontaran... Kini kau terbaring sendiri menelan penyesalan... 

Kini, ruang dimana tak satu suara pun dapat terdengar kecuali hujan yang merintih pada dedaunan, kau masih tetap berada pada hampa kemunafikan...

Kejujuran yang pada akhirnya menyeretmu sendiri pada sepasang belati yang kutempatkan dimeja beraltar pemujaan...

Api perdupaan masih belum padam, sementara kemunafikan menalikanmu pada kepingan memori lama yg belum usai... 

Kau bangkit dr alam bangkai memuakan, taring cobra masih kau gunakan utk mencapai harapan, pun otak buaya berada pada dengkul paling dasar

Api perdupaan semakin membara diujung meja beraltar, sementara ruang pengap mulai kurobohkan, 


Dedaunan mencoba diam hujan berhenti dari rintihan, segudang kejujuran balutan kemunafikan tercurahkan perlahan


Bahkan dlm dengkuranmu, saat kau bermimpi masih pula ku temui kau dlm kemunafikan...


Tapi ketulian tak membuatku berhenti mendengarkan, karena disisi lain ada byk mata tak lepaskanku dr harapan...

Butuh Teduh untuk Bisa Mencium Air Matamu


Kita pernah punya cerita dan pernah juga tidak sengaja membuatnya ternoda. Kepercayaan yang dihakimi sebagian persen keangkuhan dari diri masing-masing. Membuatku membual tentang harapan yang tersusun rapih dan porak poranda berantakan.


Aku bertapa diantara dusta yang menerobos kejujuran dalam setiap angka-angka pembawa pilihan. Memang sedikit membuatmu mengerutkan dahi diantara butiran peluh bercucuran serta air mata yang mendampingi ketulusan. 


Aku terdiam diantara senja yang selalu kita saksikan di bibir batu karang garis pantai selatan. Kamu selalu menyadarkan tentang tak ada satu pilihan pun yang harus kuikatkan dalam genggaman tali yang harus kuputuskan. Kamu begitu membuatku meleleh dari keterasingan beberapa bulan kemarin. Tak satu celah yang kau biarkan kosong untuk terus menerobos relung penuh empedu terbakar. 


Aku marah, kamu semakin memerah. Aku diam kamu semakin dingin pasrah. Aku begitu menjadi mahluk terkejam dari segerombolan serigala yang memilih menyendiri dan bersikeras membela diri. Sementara hujan itu terus membuat dingin yang menggerayangi tubuh letih kehabisan kekuatan. 


Aku kalah membuatmu menyerah dari kekuatanmu untuk bertahan. Aku menyesal. Aku mencari kekuatan untuk bisa bertahan dari sisa-sisa keprcayaan. Dari sisa-sisa rasa yang lebih dulu kau jadikan harga mati untuk sebuah hubungan. "Masih kah kau ingat hujan yang kau tunggu-tunggu atas jawaban cinta dariku?" Tapi kemudian aku meminta teduh untuk segera membuatmu menunggu hujan kembali agar kau bisa tau isi hati.

Hingga akhirnya kau begitu mengerti jawabanku tak secepat kilat yang mengantam batang pohon kering disebrang pandangan kita. Kau menunggu dan akhirnya menjadi layu, tapi hujan kemudian menyegarkanmu kembali. Kau kejar aku dengan mata angin yang tak tau kemana titik akhirnya, kau meragu dan bisu untuk kesekian kalinya, tapi berkali-kali hujan membuatmu menunggu arti teduh untuk bisa membuatmu berlari kembali. Dan aku kalah mengalah pada pertahananku yang sendiri. Kamu menang sekaligus merajaiku tanpa aku mengerti arti sebuah mencintai. 

Lantas waktu menyusun bongkahan dari batu megalitik yang kau tanam terus menerus diawal tahun sepuluhan. Kau membuatkanku menara tertinggi yang sekaligus harus kandas sekali jadi. Hingga kau dapati aku yang sendiri dan menyusunya kembali. Matamu memerah, berair dan meleleh pada pundaku yang mulai berat menopang kesakitanku atas sebuah penyesalan. Dan kau berkata : "perlu hujan untuk bisa membuatku berlari kembali seperti dulu" dan aku menjawab : "dan aku hanya butuh teduh untuk kembali mencium air matamu"


Sabtu, 03 November 2012

Babi, Srigala dan MONYET bertaring Cobra


Lolongan anjing dipelataran menghabisi sebagian persen keberanianku bertahan... Terlalu miris memang babi hutan yang kesepian itu sendirian...

Ditolehnya dunia hanya sebagai perupaan api perdupaan disetiap sudut keyakinannya menemukan teman... Atau awal sebuah kenangan...

Beribu srigala berburu mencari makan, akal liar yg sembarang menempatkannya menyalahkan keputusan... Pilihan... Dan kenyataan..

Sementara babi hutan yg sendirian mengorek lubang cacing yg enggan muncul kepermukaan... Sampai kehabisan akal dan air dlm tangisan...

Masih tak dia dapatkan sbh pelukan mesra dri gudang ketulusan... Dia bersaembara bersama kebencian, melukai keputusan yg ingin dihancurkan

Srigala mengintainya dri semak ilalang liar berkabut... Dr sekian pohon cemara yang meranggas diri penuh kalut...

Beribu bahasa iblis ia lontarkan... Srigala kehausan... Liurnya habis jd tontonan pertunjukan kocak tertawaan...
Babi hutan menggeram, taringnya keluar... Ia lucuti baru ziarahnya kemudian lari memburu srigala bermata bintitan...

Srigala makin gila perupaan... Liurnya habis untuk sebuah adegan yg ia tertawakan... Babi hutan makin geram lari bersama kebencian...

Dan seekor monyet bertaring cobra mencoba menyadarkan sang babi... Dgn menyuntikan obat penenang dike2 pahanya yg tampak monyong...

Sementara srigala kembali kepelataran dgn hati yg berada dipuncak maar yg ingin meletuskan segala isi perutnya kepermukaan

Dgn akal monyet bertaring cobra, babi hutan mulai tau muka... Dia mencoba bercerita dan menangis dlm murka...
Akh, dasar monyet taringnya beradu dengan taring babi hutan dan mengeluarkan bisa cobranya ketubuh babi hutan yg kesepian...
Memang akal monyet mendekati akal manusia...!! Babi hutan sementara tidur dlm dengkuran, entah kapan ia sekarat akal monyet yg tau jawaban

Babi hutan bangun, monyet kelayapan... Srigala mengintai dlm celah pohon yg kurapan... Dia terheran-heran...

Monyet siap pasang akal, akal yg ditemukan dlm tengkorak manusia yg paling pintar... Srigala melolong, monyet gagap kesulitan...

Srigala menghindar, babi hutan siap jadi pemenang... Monyet kebingungan... Sekali lagi monyet bertaring cobra kebingungan...

Srigala pergi, babi hutan kerasukan... Monyet bingung dan meninggalkan babi yg kesepian...
mereka dibiarkan tanpa sebuah perlakuan, keyakinan, kenyataan... Monyet bertaring cobra memotong taringnya dan bersemedi di pelataran...

Akh, dasar babi, monyet dan Srigala... Ada-ada saja kelakuan kalian...!!!