Kamis, 04 April 2013

SEBUAH PROSA, RASA PEKA MANUSIA



Kini aku menyaksikan diri hanya menjadi raga yang tak punya jiwa terhadap apa yang ada didunia...

Nirwana bukan alam nyata penggapaian manusia, hanya sekedar imaji rupa-rupa semesta jagad raya yang pesimis pada akhir dunia…

Kebebasan yang selalu ditanyakan pada setiap expedisi berkepanjangan yang pula belum menemukan akhir perjalanan…

Kepekaan sayap diantara hujan yang diterawang mata telanjang atau serangkaian pemburu babi hutan yang kelaparan dibelantara hutan…

Aku hanya mencoba diam pada serangkaian kesejahteraan, yang padahal mengoyak-ngoyak kebebasanku pun menyebalkan…

Raga tanpa jiwa, nikmati dunia saja dari atas karpet merah yang mulai lusuh berwarna, lukisan urat-urat pemburu membuat jejak didahi senja…

Seolah dunia adalah takdir di urat-urat mata yang ketakutan menjadi badut pengisi acara pesta sesuka panggilan saja… Termasuk kepekaanku sebagai manusia…
 
Kini hidup hanya menikmati raga berdaging yang mati saja, mencoba melalui semuanya dengan sangat biasa sebagai manusia mati rasa…

Hingga tiba pada suatu senja, dimana urat-urat pada dahi yang Bangka menjadi takdir atas semua usaha sebagai manusia…

Pada otak udang yang berubah menjadi otak kera, pada rasa pesimis manusia mengenali alasan yang serabutan tak terduga…

Sampai dimana aku mulai paham, tentang arti mematikan mimpi-mipmi liar dipelataran sang raja yang ketakutan…

Biarkan semuanya kukenali secara kasat mata, biarkan semuanya tiba pada rasa yang biasa saja, pada kepekaan sebagai manusia yang mulai tiada…

Selasa, 02 April 2013

Sebuah Catatan Perjalanan Menapaki kepekaan terhadap Alam (19 Desember 2012)

Kita kembali mendengkur tanpa alas, mengukur sayatan tanpa gores, mengangkasa tanpa batas...

Kita sedang terdiam membawa lampu pijar redup kehitaman,
Bercerita tentang kaki-kaki langit yang menopang harapan, Menyusuri mata air kala kehausan...

Lalu kita pasang kedua mata kita untuk lebih peka pada penglihatan, pada segala sesuatu yang nampak janggal dari yang seharusnya berjalan...

Sungai yang kekuningan,
udara yang menyesakan,
dan bulir air hujan yang keasaman...

Kita lanjutkan perjalanan, dari kolong ke kolong jembatan. Bernyanyi hiruk pikuk jalanan, atauberkarya melukis roda-roda dijalan menuai kemacetan...

Kita masih saja bermimpi berada dipuncak pegunungan, menikmati mata air jernih kala kehausan, menutupi seonggok daging basah oleh dedaunan...

Mencabuti ilalang tinggi yg semakin beringas menantang, mengarungi jalanan panjang membentang, mengukur biru langit dengan mata telanjang... Untuk kesekian kalinya kau kembali menoleh dan menghitung berapa langkah yg kita tinggalkan dibelakang... Untuk kembali berperang...

Atau kembali mengemasi mimpi-mimpi sembarang, yang ditinggalkan dialur pematang... Kita masih tetap berjalan, membuang muka, menghela nafas panjang...

Sementara biru langit, kuning sungai, hujan asam, pelangi yang tampak buta warna mencoba merangkai dinamika kehidupan seperti biasanya..

Kita masih tetap berjalan, mencoba kembali mengukur tekanan angin pegunungan dalam cerobong asap kehitaman...

Kita masih tetap berjalan, merangkai mimpi disetiap sudut permukaan laut yang semarak memecahkan ombak kedaratan...

Disetiap pematang-pematang sawah mencoba melihat tingkat erosi permukaan, menarik akar-akar rerumputan yang berserakan...

Kita masih tetap berjalan seperti biasanya, namun jiwa kita mati tanpa rupa, Tanpa daya, tanpa segala sesuatu yang kita capai untuk bahagia...

Kita diam, bukan berarti tak peka, kita masih berjalan menunggu waktu tiba kepada senja, senja berwarna atau lapuk dimakan usia Tua...

Rabu, 20 Maret 2013

DESTINASI BAYAH

Pantai Tanjung Layar

Pantai Karang Mangkok

Pantai Tanjung Layar

Pantai Karang Taraje

Rabu, 27 Februari 2013

Sedikit Bercerita Tentang INDONESIA yang Tidak dikenal DUNIA

Mari kita menulis dengan sepasang mata dan hati yang bisa menerka...
tentang peradaban negara kita yang tak dikenal manusia-manusia di dunia, kata seorang guru SMA...
tentang  aceh dan bali yang setingkat lebih tinggi dari negara Indonesia yang hanya sama seperti Afrika...
"oh... bayangkan kita dianggap hidup di negara dunia ketiga..."
jawa, kalimantan, dan sumatera serta sulawesi pun papua.... itu kesatuan sebuah pertiwi, hanya saja dibedakan oleh perbedaan waktu yang dibagi tiga...
kita tau bali dan aceh itu masih bagian dari negara kita. entah kenapa mereka tak mengerti juga...
atau tidak pernah guru-guru mereka ajarkan tentang pentingnya ilmu geografi untuk mengenal regional dunia
???

Kamis, 21 Februari 2013

INSOMNIA AKUT (Penyakit gue berstadium tinggi)

Ditengah dengkuran pada pertengahan sebuah pencapaian...
Angan melintasi raga rapuh, pun latah keadaan...
Menggarisi alam cakrawala dengan pisau tumpul besi karatan...
Berceloteh dengan bintang-bintang sebagian...

Sementara rembulan terlihat masih betah dengan wajah yang jerawatan...
Kutarik selimut dan kututup tirai lusuh bekas tangan-tangan penuh kotoran...
kumatikan siaran-siaran Tv membosankan...
Jatuhkan tubuh lunglai pada sebuah tempat baringan...
dan jangkrik-jangkrik saling serang bersuara keroyokan...

Insomniaku tambah menjadi-jadi, saat mulai berusaha pejamkan mata yang bintitan...
Perih, basah, oleh sebuah tangisan...
Hanya saja cahaya tak ijinkan menambahkan warna pada mata yang kemerah-merahan...
Dan luka semakin menganga kesakitan...

Sekujur tubuh mati rasa oleh kebekuan...
Kedinginan yang teraba saraf-saraf kecil dalam tubuh yang lusuh rupa meyakinkan...
Sementara setiap sudut kamar ini adalah bingkai mata-mata Tuhan...

Akh, terlalu pengap disini...
Seolah ruangan memintaku menyapa Rembulan yang jerawatan...
pun bintang yang tengah sibuk membuat rasi-rasi baru dipenglihatan...
Namun tetap mataku tak pernah dilelahkan...

Insomniaku kujabarkan pada Tulisan...
Otakku buntu pemikiran...
Setan malas mengipasiku untuk terlelap dalam dengkuran orang kebanyakan...
Tapi mataku tetap asik berkeliaran...
Akh, Insomnia terlalu berat kau disembuhkan...!!!!
Ty_poems (pada mata yang tak lelah berkeliaran) 11-06-12

Senin, 17 Desember 2012

Catatan Hitam Negeri Bernama INDONESIA


·      Jeruji kemiskinan yang semakin lugas tatihkan peradaban...!!!
lebarkan sayap dimuka sang penguasa kebijakan...
hingga bendera berdarah, selimuti kerangka-kerangka kebobrokan "sang pemegang kebijakan" dalam kursi kekuasaan...!!!
catatan hitam dari negeri miskin bernama "indonesia"
...02 April 2011)

·         Dan kuktakan pada dunia kini,
robekan bendera bangsaku pada sejarahnya
pada sejarah yang menghapus petaka, atau menambah neraka???
...(03 apriL 2011)
·         Ku hitamkan 'kau' pada permulaan UU. . .
Disetiap kebijakan adalah sampah-sampah pendustaan...!
...(04 april 2011)
·         Di pusat peradaban negeriku,
kau bangun menara kebijakan,
tempat tikus merajai gelandangan.
...(05 april 2011)
 

·         diantara kaum-kaum marjinal yang kau hitamkan...
dari daftar kebijakan perundang-undangkan....
hem,, di pelataran mereka melata
dalam lusuh tangan peminta...
...(06 April 2011)

·         bangsat berjabat....!!!
kenakan jas sebagai topeng maksiat....
pun dasi dengan cekikan yang tak pernah lepaskan rakyat...
hingga mati dalam sangkar sebuah kata "MELARAT"
...(mengomentari sikap seorng DPR)
...(08 April 2011)
  
·         ku rengkuhkan jemari ku dalam genggaman sebuah dendam....
hingga membatu keras dan siap tuk lepaskan pukulan...
aku ingin berontak pada kekuasaan tirani sebuah pemerintahan...
dan berkata "Hentikan...!!!"
pun ku kacaukan....!!!
...hingga aku kan tertawa lepas hinggap di sebuah pucuk kedamaian atas negeriKU...!!!
...(10 apriL 2011)

·         terjabarkan pada dunia sebuah daftar kemiskinan...
yang mempertontonkan adegan demi adegan sang penguasa...
sementra negeri ini hanya lusuh pada penantian akan tangan sebuah kebijakan...
dari tangan nya...!!!
...(12 apriL 2011)

DETIK INI DALAM KEADILAN

Detik ini, keadilan berjibaku dengan keadaan yang tidak surut dari pandangan...
mengalahkan bentuk kemanusiaan...

pada deretan undang-undang hukum keamanan...

semua berjibaku dengan masalah keamanan...
pada maling..

pada anak di jalanan...

pada sopir angkutan..

pada buruh kasar perkebunan...

pada gembel-gembel gelandangan...

pada keadilan yang mengatas namakan undang-undang peradilan....

pada semua yang bernama manusia...!!!

semua berjibaku dengan nafas-nafas kebebasan...
pada curhatan sang pemuka keadilan..

pada sang bapak di meja pemerintahan....

pada sang ratu di singgasana pemerintahan...

pada sang korup yang kurapan...

pada semua ketidakadilan di atas pendustaan perundang-undangan....

semua terlihat begitu bersemangat, 
pada pemangku keadilan yang berkeringat dingin ketahuan...

pada pelaku yang harap-harap cemas pada kebebasan...

pada santunan yang dianugerahkan banyak orang diluar gedung pemerintahan