Senin, 17 Desember 2012

Catatan Hitam Negeri Bernama INDONESIA


·      Jeruji kemiskinan yang semakin lugas tatihkan peradaban...!!!
lebarkan sayap dimuka sang penguasa kebijakan...
hingga bendera berdarah, selimuti kerangka-kerangka kebobrokan "sang pemegang kebijakan" dalam kursi kekuasaan...!!!
catatan hitam dari negeri miskin bernama "indonesia"
...02 April 2011)

·         Dan kuktakan pada dunia kini,
robekan bendera bangsaku pada sejarahnya
pada sejarah yang menghapus petaka, atau menambah neraka???
...(03 apriL 2011)
·         Ku hitamkan 'kau' pada permulaan UU. . .
Disetiap kebijakan adalah sampah-sampah pendustaan...!
...(04 april 2011)
·         Di pusat peradaban negeriku,
kau bangun menara kebijakan,
tempat tikus merajai gelandangan.
...(05 april 2011)
 

·         diantara kaum-kaum marjinal yang kau hitamkan...
dari daftar kebijakan perundang-undangkan....
hem,, di pelataran mereka melata
dalam lusuh tangan peminta...
...(06 April 2011)

·         bangsat berjabat....!!!
kenakan jas sebagai topeng maksiat....
pun dasi dengan cekikan yang tak pernah lepaskan rakyat...
hingga mati dalam sangkar sebuah kata "MELARAT"
...(mengomentari sikap seorng DPR)
...(08 April 2011)
  
·         ku rengkuhkan jemari ku dalam genggaman sebuah dendam....
hingga membatu keras dan siap tuk lepaskan pukulan...
aku ingin berontak pada kekuasaan tirani sebuah pemerintahan...
dan berkata "Hentikan...!!!"
pun ku kacaukan....!!!
...hingga aku kan tertawa lepas hinggap di sebuah pucuk kedamaian atas negeriKU...!!!
...(10 apriL 2011)

·         terjabarkan pada dunia sebuah daftar kemiskinan...
yang mempertontonkan adegan demi adegan sang penguasa...
sementra negeri ini hanya lusuh pada penantian akan tangan sebuah kebijakan...
dari tangan nya...!!!
...(12 apriL 2011)

DETIK INI DALAM KEADILAN

Detik ini, keadilan berjibaku dengan keadaan yang tidak surut dari pandangan...
mengalahkan bentuk kemanusiaan...

pada deretan undang-undang hukum keamanan...

semua berjibaku dengan masalah keamanan...
pada maling..

pada anak di jalanan...

pada sopir angkutan..

pada buruh kasar perkebunan...

pada gembel-gembel gelandangan...

pada keadilan yang mengatas namakan undang-undang peradilan....

pada semua yang bernama manusia...!!!

semua berjibaku dengan nafas-nafas kebebasan...
pada curhatan sang pemuka keadilan..

pada sang bapak di meja pemerintahan....

pada sang ratu di singgasana pemerintahan...

pada sang korup yang kurapan...

pada semua ketidakadilan di atas pendustaan perundang-undangan....

semua terlihat begitu bersemangat, 
pada pemangku keadilan yang berkeringat dingin ketahuan...

pada pelaku yang harap-harap cemas pada kebebasan...

pada santunan yang dianugerahkan banyak orang diluar gedung pemerintahan