Rabu, 10 Oktober 2012

Mineral Emas Letakan diperairan BAYAH

Potensi Geologi Kelautan tentang kandungan Au dan Ag di sepanjang Pantai Bayah, Kabupaten Lebak - Banten, otak saya langsung ingat pada seorang bapak dan anak yang mendulang emas di pantai Basisir. Tak heran memang mereka mencari emas hanya dengan menggunakan alat seadanya, yaitu beberapa ember, handuk, dan alat dulangan kecil terbuat dari kayu. Ternyata inilah bagian dari KUBAH BAYAH yang menyimpan potensi sumber dayanya yang melimpah. 

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Geologi Kelautan, Mineral Emas letakan di perairan Bayah dijumpai dalam sedimen dasar perairan, pantai dan sungai. Emas letakan Bayah dari hasil analisis mineral butir terakumulasi pada sedimen pasir berukuran sangat halus (0,125 hingga 0,0625 mm). Hasil analisis bijih, kandungan tinggi Au dan Ag ( Emas dan Perak) berasosiasi dengan kandungan tinggi mineral magnetik. Dari kurva fluks gelombang sebagian pantai perairan Bayah memiliki kcenderungan akresi akibat proses sedimentasi aktif yang membawa emas letakan. hasil penelitian diketahui kadar Au 0,4 - 1,8 ppm Ag, 6,8 - 7,8 ppm, Fe 38,54-48,64 dan Cu 17-18 ppm. 

Proses pengambilan Emas yang kebanyakan dilakukan oleh warga sekitar ini masih sangat tradisional, hal itu bisa dilihat dari penggunaan alat yang digunakan. Dari hasil perbincangan yang sedikit dengan para pendulang di pantai basisir setahun yang lalu ini. saya dapatkan pula beberapa Foto proses dari mulai pemisahan pasir sampai pada proses pendulangan. 


Ini merupakan proses pemisahan pasir yang lebih halus dari pasir yang lain. Dengan menggunakan handuk pada alas bawahnya. sehingga pasir akan menempel sementara air akan merembes lewat handuk dibawah. selain handuk alas bawahnya juga bisa menggunakan kain yang bisa menyerap air
posisi dibiarkan miring agar air cepat terpisah dari pasir. 
setelah pemisahan pasir yang dilakukan dengan menggunakan handuk ,
maka proses pendulangan pun dimulai dengan sedikit demi sedikit.


pasir yang telah dipilih dan ditempatkan dialat pendulangan kemudian diremas-remas.


kemudian didulang dengan menggunakan sedikit air dan terkadang menggunakan
 cairan air raksa (kuik) sebagai pengikat emas.


penggunaan air raksa sebagai pengikat logam.

menuangkan logam yang berhasil diikat oleh air raksa kedalam air. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar